RSS

Sehari, 340 m3 Sampah di Kebumen Tak Terangkut

26 Okt

Sehari, 340 m3 Sampah di Kebumen Tak Terangkut

Kebumen, CyberNews. Volume timbunan sampah di Kabupaten Kebumen terus meningkat. Namun sarana dan prasarana yang dimilik oleh Pemkab Kebumen masih terbatas. Akibatnya, penanganan sampah masih belum optimal.

Dari data Bidang Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen diketahui, setiap hari volume sampah yang dikelola oleh Pemkab Kebumen mencapai 587,61 m3. Namun hanya 247 m3 sampah atau 42 persen saja yang bisa terangkut petugas kebersihan ke tempat pembuangan akhir (TPA) Kaligending, Karangsambung maupun TPA Semali, Sempor. Artinya masih tersisa 340,61 m3 sampah yang tidak terangkut hingga TPA.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Ir Bambang Sunaryo MSi didampingi Kepala Seksi Kebersihan dan Pertamanan Ir Misrodin, menyebutkan, volume timbunan sampah terbesar berada di cakupan wilayah Gombong yang bisa mencapai 240,32 m3/hari. Namun yang terangkut hanya 60 m3/hari atau 25 persen. Untuk wilayah Kebumen timbunan sampah 221,063 m3/hari sedangkan yang terangkut hanya 62 persen atau 138 m3/hari.

“Belum optimalnya penanganan sampah di wilayah Kebumen karena minimnya sarana dan prasarana kebersihan utamanya keterbatasan armada pengangkut sampah,” ujar Bambang Sunaryo kepada Suara Merdeka, Jumat (5/2).

Dia mencontohkan, dump truck yang dimiliki Pemkab hanya 11 unit. Delapan unit melayani wilayah Kebumen, satu unit wilayah Karanganyar dan dua unit di wilayah Gombong. Selain itu sarana penunjang berupa arm roll hanya tujuh unit, dua melayani Gombong dan Karanganyar dan 5 unit melayani Kebumen dan Prembun.

“Selain itu, banyak armada yang saat ini kondisinya sudah tua sehingga tidak bisa beroperasi secara maksimal,” imbuhnya.

Bambang mengakui, penanganan masalah sampah semakin mendesak. Mengingat volume timbunan sampah akan terus meningkat. Hal itu dipengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk, dan ekonomi masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendapatan sesorang, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

“Idealnya peningkatan volume sampah dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana penunjang. Namun karena keterbatasan anggaran, kebutuhan tersebut belum terpenuhi secara optimal,” ujarnya.

Selain keterbatasan armada, minimnya personil juga mengakibatkan penanganan sampah kurang maksimal. Banyak petugas kebersihan memasuki masa pensiun. Sedangkan penambahan pegawai baru tidak bisa dilakukan karena terbentur peraturan.  Untuk itu perlu kerjasama lintas sektoral dalam pengolahan sampah seperti mengolah menjadi pupuk kompos.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 26am10000000amTue, 26 Oct 2010 05:12:02 +000012 2008 in 340 m3 Sampah di Kebumen Tak Terangkut

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: