Saya masih ingat betul pertemuan awal dan saya diberi tanggungjawab mengoprasionalkan sotingan (cameramen), saya merasa tertuntut untuk belajar dan belajar agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
Setelah beberapa hari saya betul-betul gelisah sampai-sampai tidak bisa tidur karena merasa punya tanggungjawab yang sangat berat menjadi cameramen. Dalam hati saya bertanya, masa sih menjadi cameramen, melihat sotingan saja belum pernah, bagaimana mengoprasionalkan, apa saja sih yang dilakukan cameramen saat beraksi, apa saja kriteria penting yang perlu dimiliki oleh seorang cameramen, dsb.
Dari kegelisahan itu menjadikan semangat belajar untuk lebih tahu banyak hal walaupun dalam belajar masih banyak yang salah dalam pengambilan gambar, kamera goyang-goyang, cara mengambil enjel, sudut-sudut mana yang dianggap bagus, kurang fokus dan tidak pede (malu-malu) dll, belum ada hasil yang baik, justru dari kesalahan itu timbul kebranian untuk mencoba terus dan terus mencoba sampai mendapatkan yang lebih bagus.
mungkin ini dulu….